Minggu, 07 Juni 2009

Cerminan dari kisah sesendok madu

Ada sebuah cerita yang patut kita cermati secara bijak, pada jaan kerajaan dahulu,. raja yang sangat mengerti watak akan rakyatnya inggin menguji rakyatnya, dengan cara raja memerintahkan agar setiap warganya pada malam yang sudah ditetapkan, untuk membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang sangat besar yang telah ditaruh diatas bukit di tangah kota.dan seluruh warga pun menyadari untuk melakukan hal tersebut.
tetapi dalam kenyataanya pikiran seseorang warganya sebagai contoh si Amir, terlintas pikiran untuk mengelak, aku akan membawa sesendok penuh tetapi bukan madu melainkan aku akan membawa air, karna kemungkinan untuk tidak terlihat oleh raja,. di pemikiran amir, sesendok air pun tidak akan berpengaruh bila sudah terisi madu oleh warga yang lain,...
sampai pada waktu yang sudah ditetapkan untuk melihat bejana tersebut,. seluruh bejana ternyata berisi air bukan madu, rupanya semua rakyat berfikiran sama seperti amir,. mereka mengharapkan warga membawa madu yang telah diperintahkan oleh raja dan melepas tanggung jawab sendiri kepada orang lain,...

inilah kisah simbolik yang sering terjadi pada masyarakat sekarang maka disinilah peran agama diberlakukan, khusunya islam, memberikan petunjuk agar kisah kisah diatas tidak terjadi lagi,.
sekarang bagaimana anda menangapi apa yang sudah saya pelajari dan saya tulis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar